Wednesday, 11 November 2020

Tentang Pemain yang dicintai kawan maupun lawan

Lampard menegaskan bahwa kembali fitnya Kante tak lepas dari kebijakannya mengatur pola latihan dan gaya permainan pria kelahiran Paris ini. Ia begitu senang Kante bisa kembali ke performa terbaik mengingat perannya begitu krusial untuk tim London Biru.

"Saya telah membuat langkah besar untuk mencoba dan mengelola latihan dan permainannya. Kami harus memastikan dia tetap fit dan bisa bermain dalam pertandingan," ujar Lampard dikutip dari situs resmi Chelsea.

"Dia menunjukkan dalam beberapa terakhir, dia adalah N'Golo Kante. Atributnya luar biasa, dan bisa memainkan berbagai posisi di lini tengah. Dia punya energi yang luar biasa dengan kemampuan apik merebut bola."

"Ia juga punya kemampuan untuk menguasai bola. Hal Itu yang terkadang diremehkan darinya," jelas Lampard menambahkan.

Saat di luar lapangan dia selalu tersenyum dan ramah kepada siapapun. Saat pertandingan di dalam lapangan, dia sangat dingin menguasai dan merebut bola. Siapapun pelatihnya, dan dimanapun dia ditempatkan, dia berikan seluruh kemampuannya untuk tim. Kemampuannya merebut bola, persentase umpan akurat sebesar 91 persen, melakukan minimal lima upaya tekel yang semuanya sukses dan intersep minimal 2x adalah pencapaian yang biasa baginya.

Konsistensi emosi di dalam dan di luar lapangan membuatnya dicintai kawan maupun lawan. Kecerdasan spiritual, emosional, kecerdasan intelektual, kinestetik, logika-matematika, interpersonal-intrapersonal yang didukung kerja keras di lapangan.



Tuesday, 21 August 2018

Tentang sepakbola

Senja kala itu dengan pastinya menurunkan tirai redup lembayung yang membawa serta pasangan sejatinya sang gelap malam berangsur dan berangsur dan berangsur.

Berirtingan dengan sepulang kami menjemput si bungsu yang berlatih di SSB (sekolah sepakbola) yang dijalaninya 3x seminggu.  Saya mengira bermainnya telah terlalui penuh dengan kegembiraan. Namun itu hanya imajinasi harian yang sedang bergerak ke arah yang salah. Seminggu kemudian barulah terungkap sejatinya. Dia bercerita, bahwa sore itu hatinya telah terluka.

Seminggu kemudian, saat kami bersiap untuk berangkat lagi menuju lapangan untuk berlatih, dimulailah ceritanya dengan isak tangis yang membuat hati ini juga teriris.
Hmmm... terlalu dramatis ya? Tapi memang mendekati itulah kalau melihat anak menangis sembari menahan emosi yang telah dipendamnya selama itu.

 "Ada apa nak?" tanyaku disela isaknya. "Aku mau keluar dari SSB, tidak mau latihan lagi disana", begitu jawabnya.

Maka memori 4 bulan yang lalu kembali terputar. Pernah suatu waktu kami bincangkan, saat si bungsu ngotot ingin masuk SSB. Itu terjadi sekitar 4 bulan yang lalu. Saat itu kami benar-benar tidak bisa menahan dia untuk berpikir ulang agar tidak masuk SSB, karena menurut kami itu paling keinginan sesaat saja yg nanti hilang setelah seminggu berjalan. Memori tersebut tiba-tiba menyembul saja.

Saya pun kembali mengingatkannya, " Abi pernah bilang kan? kalau minimal adik ikuti selama 6 bulan, baru kemudian boleh untuk berpikir ulang mau lanjut menjadi hobi atau tidak. Kenapa sekarang sudah mau keluar, berikan abi alasan yang kuat untuk itu?". Tetes air mata itupun keluar mengalir di pipinya, dan keluarlah kata-katanya yang membuat iba, " Waktu latihan terakhir, pelatih bilang Goblok ke aku. Saat aku tidak bisa menendang bola ke arah atas, karena tendanganku hanya mendatar saja, dan selama game beralangsung, Teman latihanku juga sering bilang goblok juga ke aku".

Mendengar alasannya itu, tanpa berpikir lebih lama, sayapun meluluskan permintaannya, sembari berkata,"Nak , kalau teman-temanmu itu bilang seperti itu, mungkin di rumah mereka sering mendengar hal itu, atau saat dilapanganpun pelatihnya juga berkata seperti itu. Tidak semua orang seperti kita, yang tidak membolehkan kata itu terlontar keluar dari mulut kita, baik untuk mengatai diri sendiri maupun untuk orang lain. Tapi kalau sampai di lapangan pelatihmu yang melontarkan kata-kata itu, maka dia selayaknya anak-anak belum bisa memilih kata-kata, walaupun umurnya sudah tua dan telah menjadi pelatih. Itu tidak patut. Abi setuju kalau kamu keluar SSB, karena tidak akan baik kalau kamu terus bersama pelatih yang tidak bisa menjaga kata-katanya yang akan dicontoh anak. 

Setelah kejadian itu, saya berpikir ulang, berapa banyak anak-anak yang tidak beruntung bertemu dengan pelatih yang membuatnya patah hati, ataupun kalau tidak patah hati mereka mencoba bertahan dengan perlakuan verbal yang menyakitkan sehingga mereka telah terbiasa dan juga melakukan hal seperti yang dicontohkan pelatihnya. Berapa banyak, anak-anak yang berbakat kemudian tidak lagi berselera untuk melanjutkan latihannya.

Mungkin tidak ya, kalau mencari klub lain yang mempunyai pelatih berakhlak karimah yang baik. Bahkan lebih jauh lagi, bikin sendiri saja SSB, buat standar akhlak dan keimanan dalam latihannya, pemainnya, dan tentu pelatihnya. Why not ..smile.

Jadikan Peristiwa sebagai guru yang baik, membuat kita menjadi lebih baik, bukan berlalu dan terulang jatuh dalam lobang yang sama












Tuesday, 12 July 2016

Tentang Bergetarnya Hati Seorang Dosen

Tafsir bagi pengajar mengenai bergetarnya hati karena disebut nama Allah.
Semestinya agama menjadi petunjuk bagi manusia. Sebagai dosen ataupun pengajar, setiap dirinya mempunyai kewajiban sesuai dengan pembebanan atas kualifikasi yang dimiliki. Seorang calon dosen harus mempunyai IPK 3 saat lulus S1, dan seterusnya sampai dia memperoleh gelar doktor dan lolos seleksi untuk menjadi dosen.

Oleh karenanya tidak semua orang dapat menjadi dosen, dan karenanya menjadi fardhu kifayah atas segala pembebananya. Dia harus mempunyai penelitian, dia juga harus melakukan pengabdian masyarakat, dan tentu saja mengajar. Apabila dia tidak merasa berdosa karena tidak mempunyai publikasi, maka patutlah untuk kemudian dipertanyakan keimanannya. Karena sifat fardhu kifayah itulah, apabila dia tinggalkan maka akan menjadikan dosa karena tidak dilakukan oleh yang bersangkutan.

Maka pantaslah jika hatinya juga bergetar, baik karena takut akan kebesaran Allah, dan ketakutannya apabila telah berbuat dosa karena meninggalkan perintah Allah, apabila tidak ada karya yang dapat dipublikasikan dalam bahasa kaumnya. Bahasa kaumnya salah satunya adalah berupa jurnal yang terindeks, SCOPUS dll.

Sehingga apabila seorang dosen atau pengajar dapat memenuhi kewajibannya tersebut diatas, maka keimananya akan terus membumbung tinggi, dengan kebahagian dunia akhirat akan diperolehnya. Di dunia dia akan sampai pada derajat guru besar, dan pada kehidupan yang hakiki dia berada pada kenikmatan abadi dari yang Maha Pemurah.

Jadi, apakah saya akan camkan? Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Monday, 16 May 2016

Tentang Hardiknas

Berikut ini pesan lengkap Anies untuk para pemuda-pemudi yang menuntut ilmu di perantauan:

Lampu belajar masih menemani. Buku masih terbuka. Berjam-jam duduk di meja belajar. Mata terus membaca, tangan mencatat di buku tulis. Di kamar yang mungil, jauh dari kampung halaman.

Ribuan, bahkan ratusan ribu anak muda tinggalkan kampung halaman, jauh dari Ibu, Ayah, dan saudara mereka. Kampung halaman yang penuh kenangan masa kecil itu mereka tinggalkan untuk satu tujuan: pendidikan.

Semua pasti masih ingat saat keluarga mengantarkan, melepas bersekolah jauh. Kristal butiran air mata Ibu saat melepas anak berangkat seakan cermin jernihnya cinta. Anak adalah cinta berbalut harapan. Ibu melepaskan anak untuk merantau jauh demi pendidikan yang lebih baik; melepaskannya dengan cinta, mengalunginya dengan harapan, dan menyematkannya doa tanpa akhir.

Buat anak-anak muda yang sedang di rantau, jauh dari Ibu, Ayah dan saudara, pada malam menjelang Hari Pendidikan ini, saya ucapkan selamat berjuang, selamat belajar.

Rute perjalanan yang kalian tempuh adalah rute yang telah mengantarkan jutaan anak muda negeri ini meraih kehidupan yang lebih baik. Jaga stamina!

Yakinlah bahwa pendidikan akan bisa mengantarkan pada kehidupan yang lebih baik. Pendidikan jadi tangga untuk menuju cita-cita, menuju harapan. Tiap hari satu anak tangga dilewati.

Anak muda memang seharusnya pilih jalan mendaki. Jalan berat penuh tantangan tapi bisa mengantarkan ke puncak. Jadikan perpisahan dengan keluarga itu sebagai awal perjumpaan dengan cita-cita.

Pada tiap lembar bacaan, ada doa Ibu dan Ayah. Pada tiap karya tulis dan pekerjaan dari guru atau dosen, ada harapan dari Ibu dan Ayah. Mereka mungkin tidak tahu satu per satu yang dikerjakan anaknya, tapi mereka tak pernah berhenti hibahkan semua yang mereka miliki untuk kebaikan dan kebahagiaan anak mereka.

Teruslah belajar. Jangan biarkan waktu bergulir tanpa makna. Buka hari dengan cerahnya mata hati, dan tutup hari dengan tuntasnya asupan ilmu dan pengetahuan baru.

Janjilah kepada Ibu dan Ayah, suatu hari nanti mereka akan melihat anak mereka pulang membawa ilmu, membawa makna dan menjawab semua doa dengan melampaui  harapan Ibu dan Ayah mereka. Izinkan mereka kelak menyongsongmu dengan rasa bangga dan syukur. Doa tulusnya dijawab oleh keberhasilan anaknya.

Selamat Hari Pendidikan, selamat memasuki Bulan Pendidikan, selamat meneruskan belajar, dan selamat melampaui cita-cita!

Salam,

Anies Baswedan

Monday, 9 May 2016

Tentang Kenshin

rurouni-kenshin-the-legend-ends.

Demikian juga setiap manusia, semua diberi kemampuan -seringkali tersembunyi dan menunggu ditemukan- untuk mewujudkan mimpi-mimpi dalam hidupnya. Tinggal pertanyaannya, apakah kita ingin menjadi bagian dari begitu banyak pekerja keras yang mengalahkan ketidakmungkinan?

Atau sekadar termangu dan hanya menjadi saksi kejutan serta deret keajaiban yang dibuat para pejuang kehidupan. (Asma Nadia)

Saturday, 30 April 2016

Tentang Jurnal Publikasi

Kenapa Harus berbayar untuk mengakses Jurnal?
Antitesis darinya adalah kenapa harus mencari website yang memberikan kemudahan untuk mengakses jurnal?


http://www.sciencemag.org/news/2016/04/whos-downloading-pirated-papers-everyone
https://torrentfreak.com/sci-hub-tears-down-academias-illegal-copyright-paywalls-150627/

My love-hate of Sci-Hub

Science  29 Apr 2016:
Vol. 352, Issue 6285, pp. 497
DOI: 10.1126/science.aaf9419 
http://science.sciencemag.org/content/352/6285/497.full

Who’s reading millions of stolen research papers on the outlaw website Sci-Hub? Now we know.



The $10 billion world of academic publishing has been roiled in recent months by Alexandra Elbakyan, a 27-year-old grad student from Kazakhstan who set up an online database of 50 million stolen academic research papers for anyone to download for free.
Scholars have long denounced a publishing system in which they provide their research for free to companies that sell it at high rates of return. Some view Elbakyan as a modern-day Robin Hood. The publishers say she is simply a criminal, relying on a system that uses stolen passwords to access data.
[This student put 50 million stolen research articles online. And they’re free.]
Depending on where one falls on the Robin Hood-to-pure-criminal spectrum, an extraordinary story published (for free)  today in the journal Science shows just how much damage (or progress) Elbakyan has made.
Using data provided by Elbakyan, writer John Bohannon shows that Sci-Hub is being used frequently and widely around the world, not just in developing countries unable to afford expensive journal subscriptions, but in Silicon Valley, the Washington, D.C., region, and near major research universities.
“The Sci-Hub data provide the first detailed view of what is becoming the world’s de facto open-access research library,”  Bohannon writes.
Where are Sci-Hub users? Everywhere.
The map at the top of the story shows massive use in India, Iran, Russia and China, supporting Elbakyan’s view that researchers in developing or politically fractured countries — as was hers,  growing up in Kazakhstan — are hungry to tap into the world’s knowledge.
But the map below shows heavy use around the United States, too. Bohannon writes that a “quarter of the Sci-Hub requests for papers came from the 34 members of the Organization for Economic Co-operation and Development, the wealthiest nations with, supposedly, the best journal access. In fact, some of the most intense use of Sci-Hub appears to be happening on the campuses of U.S. and European universities.”

Is convenience the new access?
Maybe. That would explain why Sci-Hub users in the United States tend to congregate around universities, whose database systems are often clunky to operate and require security hoops when logging in off campus. Bohannon quoted a George Washington University student saying it was sometimes difficult to access journals his school subscribes to from Google Scholar, a tool viewed as the easiest way to surface relevant papers. But if he puts the paper’s title into Sci-Hub, he said, “It will just work.”
Another explanation is that universities don’t always have access to the journals researchers need. There are 28,100 journals publishing 2.5 million articles a year. Expenses for journals and other subscriptions have risen 456 percent since 1986, according to the Association of Research Libraries. Some universities have cut back on journal expenses.
“Full-scale modal wind turbine tests: comparing shaker excitation with wind excitation”
Most of the world’s reading population probably has doubts about whether they know what shaker excitation means, but that’s the title of the most widely downloaded article in the period Bohannon looked at, proving just how narrow — but important —  research is to scholars.
Other popular titles: “Comprehensive, Integrative Genomic Analysis of Diffuse Lower-Grade Gilomas,” “Photosensitive field emission study of SnS2 nanosheets,” “Griffiths effects and quantum critical points in dirty superconductors without spin-rotation invariance: One-dimensional examples,” and “Iron deficiency: new insights into diagnosis and treatment.”
Bohannon, with Elbakyan’s help, was even able to narrow down specific downloads to specific cities. “Someone in Benghazi,” he writes, “is investigating a method for transmitting data between computers across an air gap.”
The genie is out of the bottle
As I wrote last month: “Elsevier, the world’s largest journal publisher, sued Elbakyan in federal court in New York, alleging copyright infringement and computer fraud. A judge issued a preliminary injunction against Sci-Hub. Elbakyan simply switched domains, keeping the database available.”
But even if some government somewhere was able to shut down Sci-Hub, Elbakyan told Bohannon that the 50 million stolen papers have  already been copied many times, presumably stored somewhere on the dark web.
Elbakyan seems like she will do anything to keep the database growing. Bohannon wrote, “She even asked me to donate my own Science login and password — she was only half-joking.”


Friday, 29 April 2016

Tentang menulis

KH-Ali-Mustafa-Yaqub

Sengaja memilih media buku?
Bagi saya, ilmu yang disebarkan melalui tulisan itu lebih awet dan lebih efektif. Memang kadang-kadang perkembangannya lambat, tapi pasti. Lain dengan ilmu yang disampaikan melalui ceramah, seketika kayak bom, tapi hilang setelah itu. Yang menarik bagi saya, kenapa saya punya keinginan yang tinggi untuk menulis? Ketika saya menulis tesis MA, saya mendapatkan referensi yang orangnya tidak terkenal sama sekali. ''Ini orang sudah meninggal 10 abad lalu, masih dibaca bukunya di perpustakaan.'' Kemudian ada syair yang menyebutkan, ''Karya tulis kekang sepanjang masa, sementara penulisnya hancur di bawah tanah. Ini berarti, orang punya buku meskipun sudah mati, itu mendapat 'kiriman' terus. Kenikmatannya seperti itu.
Sejak mahasiswa Anda sudah berniat menulis buku?
Justru ketika mahasiswa. Dulu saya belajar di Arab Saudi 9 tahun, S-1 dan S-2 di sana. Saya mencoba apakah tulisan saya dibaca orang atau tidak. Saya coba kirim dulu ke majalah Panji Masyarakat, 1977. Terus kirim ke Kiblat. Udah, setelah dimuat di Panji Masyarkat dimuat di Kiblat, saya tidak meneruskan menulis, tapi saya belajar dulu, biar lebih konsen. Tapi dengan dimuatnya tulisan saya itu, berarti tulisan saya sudah layak terbit. Itu jadi modal saya, saya kemudian belajar saja. Setelah selesai belajar, kemudian mulai menulis. Dan saya wariskan kepada santri-santri Darus-Sunnah, 'kamu jangan mati sebelum menulis buku'. Alhamdulillah sudah banyak yang menulis buku. Bahkan ada yang lebih banyak dari saya.
Anda senang?
Saya merasa bersyukur. Berarti, ibarat saya menanam, tumbuh subur. Bukan saya merasa disaingi, saya bersyukur.

Sumber : Pusat Data Republika




Sci-Hub.org is one of the main sites that circumvents this artificial barrier. Founded by Alexandra Elbakyan, a researcher born and graduated in Kazakhstan, its main goal is to provide the less privileged with access to science and knowledge.

“If Elsevier manages to shut down our projects or force them into the darknet, that will demonstrate an important idea: that the public does not have the right to knowledge. We have to win over Elsevier and other publishers and show that what these commercial companies are doing is fundamentally wrong.”
The idea that a commercial outfit can exploit the work of researchers, who themselves are often not paid for their contributions, and hide it from large parts of the academic world, is something she does not accept.
“Everyone should have access to knowledge regardless of their income or affiliation. And that’s absolutely legal. Also the idea that knowledge can be a private property of some commercial company sounds absolutely weird to me.”


http://en.bookfi.net/
in case sci-hub.io is blocked for you use sci-hub.bz or sci-hub.cc to access the website
http://libgen.io/
  1. Buka situs http://gen.lib.rus.ec/scimag/
  2. Masukkan doi di kolom pencarian pada situs tersebut, contoh doi adalah kode 10.1016/j.meatsci.2012.08.006 dari  http://dx.doi.org/10.1016/j.meatsci.2012.08.006 yang di dapatkan pada preview atau abstrak jurnal di sciencedirect. Untuk mendapatkan doi di sciencedirect, ikuti langkah berikut:
    1. buka sciencedirect.com
    2. masukkan jurnal yang dicari, misal tentang "Cinta", dan tekan Enter
    3. Setelah hasil pencarian terbuka, klik pada judul jurnal sehingga abstrak akan terlihat. 
    4. perhatikan sebelah kanan tampilan web tersebut, cari kode seperti kode doi di atas.
  3. setelah kode doi dimasukkan, tekan enter
  4. klik pada link (tulisan biru) seperti yang dilingkari di gambar berikut ini:

Tentang Partai

Oleh : Nasihin Masha

REPUBLIKA.CO.ID, Bharatia Janata Party (Partai Rakyat India) berdiri pada 1980. Partai ini memiliki hubungan ideologis dan organisasional dengan nasionalis Hindu Rashtriya Swamsevak Sangh (RSS) – RSS pernah dilarang setelah pembunuhan Mahatma Gandhi. BJP dikenal berhaluan kanan. Secara demografis, partai ini didirikan kaum miskin dari kelas strata rendah dalam hierakhi struktur masyarakat Hindu di India. Mereka disokong para pendeta garis keras Hindu. BJP merupakan antitesis terhadap Partai Kongres. Partai yang hampir selalu berkuasa di India. Partai Kongres identik dengan keluarga Jawaharlal Nehru, namun lebih dikenal dengan trah Gandhi – merujuk pada Indira Gandhi. Partai Kongres adalah partai kaum elite dan moderat di India. Konflik di India lebih banyak menghadapkan Muslim yang minoritas dengan Hindi yang mayoritas. Karena itu, BJP sering dicitrakan sebagai partai radikal yang anti-Muslim.
Pada 2014, untuk kali pertama BJP memenangkan pemilu secara signifikan di segala tingkatan. Narendra Modi (lahir 1950) yang memimpin partai itu terpilih sebagai perdana menteri. Modi berasal dari keluarga miskin. Ia pernah menjadi pedagang kaki lima. Ia mencari nafkah membantu orangtuanya hingga keliling negeri. Jalan menuju kursi perdana menteri pun sangat terjal. Ia lama ditelikung dengan isu kerusuhan 2002. Bermula dari serangan terhadap kereta api dan berujung pada pembantaian umat Islam di Gujarat, lebih dari seribu orang mati. Namun pada 2012, sebuah tim investigasi yang dibentuk Mahkamah Agung menyatakan Modi bersih dari tanggung jawab terhadap kerusuhan 2002. Padahal Amerika Serikat pernah menolak visa Modi pada 2005 karena pelanggaran kebebasan beragama. Dalam proses menuju pemilu, Modi mencium kaki veteran Muslim. Semacam simbol bahwa dia berdamai dengan umat Islam dan sekaligus menegaskan bahwa dirinya tak terkait dengan bencana 2002.
Kini, India justru sedang bersinar. Ekonomi India tumbuh cepat. Dan itu di bawah kepemimpinan Modi dan BJP. Kaum nasionalis garis keras diidentikkan dengan anti-bisnis dan alergi terhadap asing. Namun Modi membalikkan stigma secamam itu. Kebijakannya probisnis dan ia rajin berkeliling ke negeri-negeri lain untuk menjalin kerja sama dan investasi. Hubungan dengan tetangga yang selama in tegang diperbaiki: Nepal, Pakistan, Srilanka, Bangladesh.
Pembalikan stigma semacam itu juga dibuktikan oleh Lula da Silva. Ia menjadi presiden Brasil pada 2003 hingga 2011, menjabat selama dua periode. Pada 1980, di masa pemerintahan militer (1964-1984), ia mendirikan Partai Buruh. Brasil belum pernah benar-benar membangun diri. Politik Brasil jatuh bangun akibat ketidakstabilan. Militer Brasil selalu masuk dalam politik. Lula yang aktif dalam gerakan buruh kemudian mendirikan partai yang disokong cendekiawan dan akademisi. Lula adalah otodidak. Ia tak pernah menempuh pendidikan resmi. Hidupnya sangat miskin. Ia belajar baca-tulis di usia 10 tahun sambil menjadi tukang semir. Setelah itu ia bekerja di pabrik. Kehidupan buruh yang mengenaskan ia rasakan ketika satu jarinya celaka. Tak ada layanan dan jaminan kesehatan yang memadai untuk buruh. Ini yang membuat dirinya terjun di gerakan buruh dan kemudian mendirikan partai.
Brasil adalah jajahan Portugal. Namun berbeda dengan penjajahan di Afrika dan Asia, penjajahan di benua Amerika menghasilkan tragedi kemanusiaan yang dahsyat. Pada umumnya penduduk asli habis dan tersingkir, di Brasil hanya menyisakan kurang dari satu persen. Mayoritas adalah kulit putih, urutan berikutnya adalah blasteran.
Perjuangan membutuhkan kesabaran dalam mengelola partai, konsistensi di garis ideologi, dan ketekunan meniti jalan perjuangan. BJP membutuhkan waktu 34 tahun untuk bisa berkuasa dengan mandat yang cukup. Partai Buruh membutuhkan 23 tahun untuk menguasai Brasil. Mereka tak tergoda dalam jebakan dana kaum elite. Mereka juga bisa belajar dari kesalahan. Situasi di India mungkin lebih dekat dan memiliki banyak kesamaan isu dengan kondisi di Indonesia. Namun hakikatnya, semua negeri besar ini berjuang untuk maju setelah lama dijajah.
Struktur masyarakat negeri terjajah selalu menghasilkan lapisan sangat tipis kaum elite. Mereka sengaja ditempatkan kolonialis untuk menjadi agen bagi berlangsungnya sistem kolonialis. Jumlah mereka sangat terbatas, menempati posisi yang diizinkan saja dalam pemerintahan dan perusahaan, lebih banyak sekolah tukang dan sangat sedikit yang bisa sekolah tinggi. Namun demikian, di antara mereka ini justru yang kemudian memanfaatkan kepandaiannya untuk memerdekakan negerinya. Mereka bergabung bersama rakyat untuk memperjuangkan kemerdekaan. Tentu saja sebagian besar lagi tetap menjadi antek penjajah. Namun arus zaman Perang Dunia II membentuk tatanan dunia baru dan menempatkan Amerika Serikat sebagai penguasa dunia yang baru. Poros semula di Eropa kemudian bergeser ke benua Amerika. Hal ini menyengat negeri-negeri terjajah untuk merdeka. Bahkan dalam sejumlah hal Indonesia mencontek Amerika Serikat.
Sebagai masyarakat terjajah, jurang antara elite dan rakyat kebanyakan demikian lebar. Umumnya rakyat tak terdidik, miskin, dan lemah dalam kemampuan mengorganisasi diri serta kelembagaan. Karena itu, sejak kemerdekaan hingga kini, di Indonesia belum ada partai yang benar-benar berasal dari kalangan rakyat kebanyakan seperti BJP di India atau Partai Buruh di Brasil. India beruntung karena sistem demokrasi negeri itu tak pernah mengalami jeda. Brasil, kendati militer kerap masuk politik, namun sudah lebih lama menganut sistem republik – sejak 1889. Pada sisi lain, walau itu negeri jajahan namun masyarakatnya sudah sama dengan negeri penjajahnya, seperti halnya Amerika Serikat. Karena itu, pada tahun yang sama mereka telah memiliki partai rakyat. Dilmar Roussef, pengganti Lula, adalah wanita pertama yang menjadi presiden Brasil yang mantan gerilyawan di masa junta militer.
Di Indonesia belum pernah ada partai yang benar-benar merupakan partai rakyat. Dari sisi ideologi, pendanaan, program perjuangan, dan para pengendali partainya. Semuanya adalah partai kaum elite. Mungkin kita bisa berdiskusi soal PKI dalam isu ini. Namun partai rakyat tak harus komunisme, sebagaimana komunisme tak selalu berarti partai rakyat. Seperti BJP dan Partai Buruh, keduanya bukanlah partai komunis.
Saat ini tingkat pendidikan dan kondisi ekonomi masyarakat Indonesia mulai membaik. Mereka juga mulai sadar tentang pentingnya berorganisasi. Pada sisi lain, kaum elite dan pemodal makin kuat akibat konsolidasi yang konsisten dan membesarnya skala ekonomi Indonesia. Jika dua arah dari dua lapis masyarakat Indonesia tak segera dicarikan titik temunya maka Indonesia bisa terjebak pada tiga kemungkinan. Pertama, konflik sosial. Kedua, politik dinasti. Ketiga, plutokrasi dan kleptokrasi yang tumbuh bersamaan. Tiga-tiganya tak akan membawa kemajuan bagi Indonesia. Karena itu, lahirnya partai rakyat yang bersifat indigenous merupakan tugas sejarah dan misi suci untuk menyelamatkan Indonesia. Partai rakyat harus mencerminkan dan memiliki basis sosial kuat.
Partai rakyat bukan hanya yang didukung rakyat, tapi partai yang memiliki ideologi kerakyatan dan program perjuangan untuk pemerataan kesejahteraan rakyat. Partai rakyat bukan sekadar partai yang memiliki semua itu, tapi juga partai yang memang dikendalikan rakyat kebanyakan. Rakyat kebanyakan tak hanya memegang posisi-posisi kunci dan utama dalam mengelola partai tapi juga bisa menggali dana dari rakyat itu sendiri.
Saat ini ada partai yang memiliki jargon kerakyatan. Ada juga yang didukung rakyat kebanyakan. Namun rakyat hanya menjadi klien dari patron kaum elite. Rakyat hanya subordinat. Ada pula partai yang pengelolanya rakyat kebanyakan namun ideologi dan program perjuangan sama sekali jauh dari kenyataan itu, juga tak bersifat indigenous.
Partai rakyat tak mesti berasal dari partai baru. Partai yang ada, yang sejatinya dikelola oleh orang-orang yang berasal dari rakyat kebanyakan, bisa melakukan revolusi untuk menjadi partai rakyat. Partai yang dikelola oleh elite sangat sulit untuk menjadi partai rakyat. Apalagi jika elite itu merupakan elite yang sudah turun temurun. Mereka sudah terlilit dan terjalin terlalu dalam dengan kaum yang tak mau berbagi kue ekonomi. Redistribusi ekonomi itu selalu harus dipaksa. Musuh redistribusi ekonomi adalah sikap rakus dan rakus tak pernah mengenal batas. Hanya melalui redistribusi ekonomi kesejahteraan bersama dan keadilan sosial bisa tercapai. Rakus adalah musuh utama Indonesia saat.

Monday, 25 April 2016

Tentang Hidup Bangsa

Masa depan adalah milik negara yang penduduknya :
Produktif,
Efisien,
Menguasai teknologi dan
Berada dalam Iman-Taqwa

Friday, 15 April 2016

Tentang Merasa

Menarik menseksamai apa yang dikatakan Jurgen Klopp setelah timnya, Liverpool mengalahkan Dortmund di Piala Europa 2016:

"Ketika kami mencetak gol semua orang bisa melihat sesuatu yang terjadi di stadion. Saya bisa merasakannya, bisa menciumnya. Sangat sering dalam dunia sepakbola bahwa pertandingannya sudah berakhir, tapi tidak di sini. Tidak dengan tim Liverpool. Rasanya hebat bisa menjadi bagian darinya," lanjut Klopp.

"Saya tahu ini adalah sebuah tempat untuk momen-momen besar sepakbola. Kami tidak memulai kisah ini tapi tahu tanggung jawab kami untuk menuliskan beberapa kisah dalam sepakbola," imbuh dia.

"Ketika kami memasukkan Daniel Sturridge dan Joe Allen, kami memberikan mereka pesan 'kami harus menunjukkan karakter'. Saya tak peduli kalau kami akhirnya kalah, kami harus menunjukkan mereka karakter kami dan bahkan malah melakukan lebih."

Merasakan diri tidak lebih besar dari klub adalah kesadaran tertinggi seorang petarung kebenaran.

Tidak peduli hasil apapun yang diperoleh, memberikan yang terbaik dalam setiap episodenya, akan ternilai yang terbaik pula oleh yang di langit dan di bumi.


Tentang Cita

Anak saya yang berumur 6 tahun sudah menyatakan cita-citanya,  dia ingin menjadi anggota pemadam kebakaran (Damkar). Kami sebagai orang tua terus terang harus berkerut wajah untuk berpikir dan menebak alasan apa yang melatar belakanginya.

Profesi yang anti mainstream bagi anak seusianya, karena biasanya anak-anak mencitakan sebagai dokter, tentara, atau guru. Menarik, saat kemudian dia bilang, "Enaknya jadi Damkar, kerjanya santai, bisa santai-santai dapat uang". Sejurus kemudian saya timpali,"Dik, kalau setiap hari ada kebakaran, kamu tidak akan bisa santai lho, harus bertaruh nyawa setiap hari, sedang gajinmu hanya 3 jt perbulan". Tidak terpengaruh respon saya, dia tetap tersenyum. Saya katakan padanya, "Jika engkau menjadi walikota, atau presiden, maka adik akan menjadi pimpinan seluruh Damkar yang ada di negeri ini".

Terhadap cita dari anak, apapun itu, saya hanya bisa berdoa semoga menjadi amal sholeh nan barokah. Tidak ada yang salah dengan pilihan mereka, akan salah jika pilihan saya atau dia tidak berbuah amal sholeh dan ampunan Allah.

Friday, 4 March 2016

Tentang kemanfaatan




 Berikut adalah salah satu contoh berkelindannya ilmu, kerja keras, dan team work, bisa menjadi kekuatan yang luar biasa bila bermanfaat bagi Dakwah

Theresia Alit Widyasari, Ilmu Nenek Jadi Bekal Dirikan Distro



Beberapa kali gagal bisnis tak membuat anak muda ini frustasi. Akhirnya usaha distro jadi pembuka jalan. Beberapa usaha distro dan restoran yang ditangani bersama dua kakaknya menguasai kawasan Tebet Utara, Jakarta. Cita-citanya, ingin punya toko busana kelas dunia.
Kenapa memilih nama Bloop? Kedengaran sederhana dan lucu.
Tiba-tiba melintas saja dan karena gampang disebut. Bagi kami arti bloop seperti ketika sesuatu dimasukkan ke dalam air, karena ada udara, kan suka bunyi "Blup, blup, blup," jadi, ya, seperti harapan hidup.
Kabarnya, dulu sempat beli putus kaus dari clothing dan distro di Bandung?
Iya, sempat beli putus dari Cosmic, Ouval, dan Airplane (clothing asal Bandung). Namun untuk mengambil dari Bandung perlu perjuangan. Maklum belum ada tol Cipularang. Waktu itu, kami juga baru mulai dan belum tahu bagaimana caranya membuat clothing line. Arti distro, kan, distribution outlet, untuk menitipkan dan mendistribusikan barang. Ya sudah, beli putus dulu.
Anda menjalani usaha ini bersama saudara?
Ya, bersama dua kakak saya yang memang suka bisnis. Sebelum ini, kami sempat bisnis tambak udang, jual daging, saham. Kami juga pernah jualan martabak di pinggir jalan. Pokoknya apa saja yang bisa menghasilkan uang. Nah, awal usaha distro ini karena ajakan teman. Kebetulan saat itu, kan, sedang booming. Semua orang kayaknya gaul banget kalau pakai kaus distro.
Setiap kali memulai bisnis, kami meminta bantuan Papa. Tapi, karena sudah berkali-kali gagal bisnis, kami enggak berani untuk meminta bantuan Papa lagi. Jadi, sempat terpikir untuk mencari pinjaman dari orangtua teman. Kami dekati mereka agar mau berinvestasi, tapi tanggapannya, "Distro? Lima tahun lagi juga mati."
Lantas?
Akhirnya kami ajak Papa ke Bandung, melihat bagaimana serunya industri distro di sana. Papa ternyata tertarik dan mengusulkan untuk pinjam ke bank atas namanya dengan jaminan kami akan melunasinya. Ya sudah, kami mengiyakan. Begitu cair, kami langsung bergerak mencari lokasi. September 2003, Bloop berdiri di Kalimalang, dengan pengunjung yang bisa dihitung jari. Terus pindah ke D'Jones (Tebet Utara) karena daerahnya strategis. Dulu, sih, hanya ada enam tempat usaha di sini. Sekarang kebalikannya, hanya ada enam rumah, sisanya tempat usaha. Ha ha ha.
Sekarang Bloop selalu penuh dan laris, ya?
Sekarang jumlah pengunjung 1.000-1.500 per hari. Kalau akhir pekan, bisa sampai 2.500 orang. Waktu Lebaran, rekornya sampai 11 ribu orang per hari. Jadi, orang harus masuk gantian.
Isi Bloop memang sangat variatif, ada 200 merek. Kami ajak teman-teman mengisi. Mengenai kriteria, harus anak muda banget.
Sejak itu memutuskan untuk produksi sendiri?
Iya, karena banyak orang datang jadi kami berpikir keuntungan akan lebih besar kalau memproduksi sendiri. Ternyata produk kami disukai, mungkin karena promosinya juga. Produk kami dipakai oleh VJ MTV yang saat itu sedang naik, yaitu Nirina. Orang sering sekali datang ke toko dan mencari kaus yang dipakai Nirina.
Usaha keluarga ini kemudian berkembang pesat. Bloop mempunyai "saudara" yaitu Endorse yang tadinya adalah second line Bloop, Bloop AKA (supplier), dan Urbie (second line) lalu restoran Bebek Ginyo dan D'Jones yang menyediakan makanan cepat saji. Semua berada di lokasi yang berdekatan.
Sekarang Tebet Utara dipenuhi tempat usaha serupa. Sempat merasa takut?
Sempat stres dan takut juga. Karena, supplier besar di Bandung yang sudah menjadi klien kami ditawari menitipkan barang di tempat mereka sekaligus cabangnya. Kami memberanikan diri dengan memberikan pilihan: "Pilih salah satu, toko kami atau mereka". Dalam hati, sih, sebenarnya deg-degan, ha ha ha.
(Kejadian) ini kami manfaatkan untuk lebih kreatif agar konsumen tetap setia dengan Bloop. Sekarang, justru makin seru, kami semakin mendukung satu sama lain. Mereka promosi, kami juga kena imbas hasilnya. Akhirnya senang, sih, banyak yang menemani dan omzet semakin naik. Karena kalau orang ke Tebet Utara, pasti mampir ke sini.
Apa yang Anda lakukan agar Bloop bisa bertahan di tengah persaingan?
Kami ini anak-anak nekat. Awalnya sama sekali tidak punya latar belakang fashion. Lalu saya dikirim kakak untuk bersekolah di London, mengambil jurusan Fashion Marketing. Pulang dari sana, saya menyadari kalau kami hanya menjual kaus, celana, dan sandal, akan membosankan. Harus ada pembaruan.
Jadi, kami riset ke 300 orang, menanyakan apakah mereka tertarik kalau kami menjual dress, sepatu dan lain-lain. Hasilnya, mereka ingin baju yang lebih modis dan variatif. Responnya bagus dan diteruskan hingga sekarang. Saya juga suka bertindak sebagai pembeli. Jadi, saya bawa tas dan keliling-keliling toko. Kan, pembeli suka komentar kalau membeli baju, jadi saya tahu mana yang disukai dan tidak.
Sejak mengikuti pelatihan bisnis, kami membuat perencanaan bisnis selama satu tahun. Kami juga sering memanjakan pelanggan dengan hadiah dan kejutan, karena mereka memberikan rezeki pada Bloop. Salah satunya Wow Factor Strategy, misalnya: ketika mereka sedang berbelanja, kami berikan amplop isinya voucher sampai Rp 1,5 juta yang harus dihabiskan dalam lima menit. Semua orang langsung heboh dan mereka pasti bercerita kepada yang lain. Itu menjadi promosi juga, kan?
Kabarnya, Anda juga mendorong dan memberikan ruang kreativitas untuk karyawan?
Iya, mereka mempunyai hak istimewa untuk membuat merek sendiri karena kami mengarahkan mereka untuk menjadi pengusaha. Sekarang, ada karyawan kami yang sudah mempunyai omzet jauh lebih besar dari gajinya, karena clothing-nya sukses.
Seminggu sekali, kami rapat dan karyawan boleh berpendapat, namanya project brief. Kemarin ada ide untuk membuat kertas kado di toko, karena banyak (konsumen) yang datang membeli barang untuk hadiah. Untuk setiap project brief yang dijalankan, mereka dapat bonus. Mereka kreatif sekali dan membanggakan.
Setelah sukses seperti ini, imbalan apa yang Anda berikan untuk diri sendiri?
Saya suka sekali travelling dan mimpi saya adalah keliling dunia. Tapi, itu, kan, butuh uang. Orangtua saya mengajarkan kalau mempunyai mimpi, tempel di dinding kamar. Foto Big Ben (jam raksasa di Inggris), Manchester United, dan masih banyak lagi, saya tempel sebagai motivasi. Sekarang, satu per satu yang saya tempelkan, sudah tercapai dan bertambah lagi.
Saya pernah ke pertandingan Manchester United dan bertemu mereka langsung! Lalu nonton konser Take That, Spice Girls, Gwen Stephani, ke Yunani, bertemu Mischa Barton (aktris cantik kelahiran Inggris). Wah, pokoknya senang sekali. Sekarang, saya ingin sekali traveling ke Jepang.
Bagaimana pembagian tugas dengan Kakak? Kabarnya Anda dekat dengan artis.
Jabatan saya di Bloop adalah Marketing Director dan menangani produk-produk perempuan. Kalau dibilang dekat dengan artis, ya benar juga, sih. Misalnya, Seventeen, D'Massive, Okky Lukman, Sandra Dewi, Tora Sudiro, Donnie "Ada Band". Pokoknya artis yang sedang disukai anak muda, pasti kami sponsori. Waktu awal mendirikan Bloop, kami malah sering menghampiri mereka (artis) lalu memberikan kaus Bloop. Terserah, sih, mau dipakai atau tidak. Seringnya, sih, dipakai. Lumayan, kan, promosi, gratis pula.
Kalau kakak pertama, Martin Sunu Susatyo, dia lebih konsentrasi dengan bidang kreatif Bloop. Misalnya, kalau toko mau diubah desainnya. Sementara kakak kedua, Bertolomeus Saksono Jati, tugasnya lebih ke pengembangan bisnis, keuangan, dan sumber daya manusia.
Soal pembagian keuntungan dan kepemilikan usaha ini?
Selama ini, pembagian keuntungan fair, kok. Jujur, saya agak lupa persisnya, namun kalau tidak salah, keuntungan dibagi rata 25%, antara saya, kedua kakak, dan Papa. Sebenarnya, saya enggak pernah mikirin masalah keuntungan ini, karena awalnya, kan, cuma ikut-ikutan. Mungkin, karena ini juga dan kami memang tahu porsi masing-masing, makanya meski ini perusahaan keluarga, kami enggak pernah bertengkar. Yang jelas, kalau misalnya saya kerja keras sampai gila-gilaan, pasti dikasih bonus tambahan.
Kalau sudah menikah, kami ingin mempunyai toko masing-masing yang lebih besar dengan nama Bloop. Pokoknya, kami ingin membuat Bloop seperti Topshop di Inggris atau Zara di Spanyol yang terkenal di seluruh dunia. Begitu orang mendengar nama Bloop, mereka tahu itu berasal dari Indonesia, ya menjadi toko yang bisa dibanggakan oleh Indonesia dan menjadi trendsetter. Tentunya, tetap berjalan dengan konsep Bloop yaitu diisi produk karya anak bangsa sendiri.
Enggak tertarik kerja kantoran, seperti ayah Anda?
Kalau Martin, kayaknya memang tidak tertarik karena dia orang kreatif yang tidak bisa bekerja di bawah orang lain. Sementara, Berto, dia sempat tertarik. Kalau saya, dulu waktu di Inggris sempat bekerja di River Island (merek clothing) dan sampai sekarang tertarik sekali bekerja kantoran, asal yang waktunya fleksibel. Seperti reporter atau fashion buyer yang memungkinkan untuk bertemu artis dan keliling dunia, seperti mimpi saya. Enak, kan? Keliling dunia, dibayarin pula. Ha ha ha.
Sebenarnya siapa, sih yang mengajari Anda berbisnis?
Kalau bisnis, Papa lebih banyak mendorong kami. Pengalamannya sebagai karyawan, kan, memperlihatkan kalau gaji pegawai sampai pensiun itu bisa diramalkan. Makanya, dia sering sekali mendorong kami, kalau ingin menjadi pegawai, harus mempunyai bisnis sampingan lain. Sementara Mama, awalnya sempat khawatir kami terjun bisnis sendiri, apalagi awalnya sering gagal.
Bicara mengenai bakat, mungkin Nenek yang menurunkan kemampuan ini. Nenek saya buta huruf tapi dia telaten sekali berdagang. Dulu, dia berjualan stagen yang dipanggul sendiri, beratnya sampai berkilo-kilo. Oh ya, meskipun dia buta huruf, dia bisa ingat di luar kepala siapa yang membeli, siapa yang punya utang. Perjuangan Nenek memang hebat sekali, pokoknya dia tangguh dan bisa menyekolahkan semua anaknya hingga menjadi sarjana.
ASTRID ISNAWATI

Tuesday, 13 January 2015

Tentang hal kecil

Saya dapat membuat list atau daftar hal-hal yang saya anggap kecil dalam kehidupan saya saat ini. Agar tidak rancu, daftar tersebut dengan yang kebalikannya, maka anggap saja bahwa hal-hal kecil tersebut adalah segala perihal atau kegiatan yang jarang (minimal 1 kali dalam sepekan) atau bahkan belum pernah saya lakukan dalam 5 tahun terakhir. Daftar tersebut secara acak dan yang paling mudah terpikir oleh saya bisa jadi adalah: medical check up, mendampingi anak mengerjakan PR, service motor, beres-beres buku di kost.

Hal-hal kecil tersebut jika tetap saya biarkan dianggap kecil, bukan prioritas, bisa jadi menjadi sebab musabab hal besar yang akan menyusahkan saya dalam beberapa tahun kedepan. Beberapa hari yang lalu isteri bercerita tentang teman-teman anak sulung kami yang minggu lalu menginap semalam di rumah kami. Bukan tentang menginap minggu lalu yang dia bahas, namun tentang keinginan mereka untuk menginap lagi dua malam di akhir pekan ini. Saya katakan kepada isteri."Mereka senang jadi anaknya ummi, jadi merasa nyaman di rumah kita." Kemudian isteri menimpali bahwa ternyata mereka nyaman di rumah kami karena dirumahnya masing-masing jarang mendapatkan perhatian dari ibunya. Kedua anak itu mempunyai kasus yang sama yaitu sering ditinggal pergi ibunya, atau ibunya ada di rumah namun tidak terasakan kehadirannya. Kemudian apa yang dikatakan isteri tersebut menjadi renungan buat saya. Jika mendampingi anak mengerjakan PR bukan menjadi prioritas saya saat ini. Maka sebenarnya sayalah yang membuat sedih diri sendiri bukan anak-anak yang membuat sedih jika dikemudian kemudian hari meninggalkan abahnya. Sederhananya, bila ketidakhadiran saya di hati anak-anak tetap saya anggap sebagai hal kecil, maka kebolehjadian hati mereka terisi oleh figur jahiliyah akan menjadi masalah besar saat mereka dewasa nanti. Itu tadi berarti masalah atau hal besar dikemudian hari yang saya anggap kecil saat ini.

Berikutnya terkait faktor usia, sangat mudah ditebak, yaitu tentang kesehatan. Alhamdulillah sampai saat ini saya belum pernah mengalami sakit yang membuat harus sampai dirawat inap. Karena merasa badan ini sehat-sehat saja dengan ditunjang ketersediaan madu dan habatussaudah, maka saya anggap medical check up bukan yang prioritas. Sebenarnya telinga ini sudah sering mendengar ada ustadz maupun kiai yang usianya tergolong masih muda tapi sudah mengalami gula darah yang tinggi, asam urat, stroke maupun sakit jantung. Penyakit-penyakit yang banyak ditimbulkan karena gaya hidup. Penyakit yang membatasi aktivitas dakwahnya karena sang penyakit selalu mengintai kemana kaki melangkah. Siapa saja kita yang punya semboyan isykariman au mud syahidan tidak mungkin meraih cita-cita jika abai pada hal-hal kecil yang kita anggap rutin. Dengan alasan bahwa kita sedang memperjuangkan hal-hal besar, ide peradaban dengan jangka waktu yang panjang maka dibenarkan untuk tidak memperhatikan dan mengerjakan "hal kecil" seperti kesehatan, olahraga, maupun yang namanya membersamai keluarga. Mana mungkin dakwah yang berat dan panjang dikerjakan oleh orang-orang yang sakit-sakitan dan masih mempunyai beban masalah dirumahnya. Mana mungkin dakwah bisa tersampaikan jika untuk menggerakkan anggota badan saja tidak boleh terlalu banyak, berpikir tidak boleh terlalu keras, dan berjalan tidak boleh terlalu jauh. Dan juga apalah artinya, bisa memotivasi orang lain jika keluarga sendiri tidak terawat, didengar orang lain namun diabaikan dirumah sendiri, didekati orang lain namun dihindari perjumpaammya di dalam rumah, dilaksanakan anjuran dan peraturan oleh bawahan dan masyarakat namun dilecehkan petuahnya oleh anak dan isteri sendiri?

Sudah jamak dalam pelatihan-pelatihan kepribadian ataupun menajemen diajarkan untuk membuat skala prioritas atas pekerjaan atau aktivitas keseharian. Namun demikian jarang diajarkan bagaimana cara memilih prioritas berdasarkan goal, tujuan dan kepentingan kita di akhirat nanti. Sehingga salahnya sudut pandang terhadap suatu hal akan menggakibatkan penyesalan seumur hidup. Na'udzu billahi min dzalik.

Tersebut diatas adalah daftar saya, bagaimana dengan daftar anda?

Friday, 12 December 2014

Tentang amalan utama

Hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam yang disepakati oleh Bukhari dan Muslim, dari sahabat Abu Abdirrahman Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu dia berkata :


سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْعَمَلِ أَفْضَلُ؟ قَالَ : اَلصَّلاَةُ عَلَى وَقْتِهَا قَالَ : قُلْتُ ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ : بِرُّ الْوَالِدَيْنِ قَالَ : قُلْتُ : ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ : اَلْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ

"Aku bertanya kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam tentang amal-amal yang paling utama dan dicintai Allah ? Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, Pertama shalat pada waktunya (dalam riwayat lain disebutkan shalat di awal waktunya), kedua berbakti kepada kedua orang tua, ketiga jihad di jalan Allah" [Hadits Riwayat Bukhari I/134, Muslim No.85, Fathul Baari 2/9]

Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak mendapatkan perlakuan baik dariku?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Ibumu.” Laki-laki itu bertanya kembali, “Kemudian siapa?” Beliau menjawab, “Ibumu.” Orang itu bertanya lagi, “Kemudian siapa?” Lagi-lagi beliau menjawab, “Ibumu.” Orang itu pun bertanya lagi, “Kemudian siapa?” Maka beliau menjawab, “Ayahmu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Rasulullah shallallahu ‘alaih wa sallam bersabda,
“Orang tua adalah pintu surga yang paling tengah. Jika engkau ingin maka sia-siakanlah pintu itu atau jagalah ia.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Dalam hadits lain beliau juga bersabda, “Celaka, celaka, celaka!” Ada yang bertanya,”Siapa wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Orang yang mendapati salah satu atau kedua orang tuanya telah berusia lanjut, tetapi tidak membuatnya masuk ke dalam surga.” (HR. Muslim)


 Suatu ketika Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma bertanya kepada seseorang, “Apakah engkau takut masuk neraka dan ingin masuk ke dalam surga?” Orang itu menjawab, “Ya.” Ibnu Umar berkata, “Berbaktilah kepada ibumu. Demi Allah, jika engkau melembutkan kata-kata untuknya, memberinya makan, niscaya engkau akan masuk surga selama engkau menjauhi dosa-dosa besar.” (HR. Bukhari)


Seseorang datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah masih tersisa sesuatu sebagai baktiku kepada kedua orang tuaku setelah keduanya wafat?” Beliau bersabda, “Ya, engkau mendoakan keduanya, memohonkan ampunan untuk keduanya, menunaikan janji keduanya, memuliakan teman keduanya, dan silaturahmi yang tidak tersambung kecuali dengan keduanya.” (HR. Al-Hakim)

Sesungguhnya Allah mengangkat derajat seorang hamba yang saleh di surga. Lantas ia bertanya, ‘Wahai Rabb, mengapa aku mendapatkan ini?’ Allah menjawab, ‘Karena permohonan ampunan anakmu untukmu.’” (HR. Ahmad)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Apabila seorang anak Adam meninggal dunia maka amalnya terputus, kecuali tiga perkara: … ,anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim)


Faedah Berbakti kepada Kedua Orang Tua
Berbakti kepada kedua orang tua membuahkan banyak keutamaan. Berikut ini beberapa faedah berbakti kepada kedua orang tua:
  1. Dikabulkannya doa (sebagaimana kisah yang telah disebutkan).
  2. Sebab dihapuskannya dosa besar.
    Seorang laki-laki mendatangi Nabi shallallahu ‘alaih wa sallam lalu berkata, “Wahai Rasulullah, aku telah melakukan dosa besar. Apakah ada taubat untukku?” Nabi bertanya, “Apakah engkau memiliki seorang ibu?” Laki-laki itu menjawab, “Tidak.” Nabi bertanya lagi, “Apakah engkau memiliki seorang bibi?” Ia menjawab, “Ya. “ Nabi bersabda, “Berbaktilah kepadanya.” (HR. Ibnu Hibban)
  3. Berbakti kepada kedua orang tua merupakan penyebab keberkahan dan bertambahnya rezeki.
    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan ditambahkan rezekinya, hendaklah ia berbakti kepada kedua orang tuanya dan hendaklah ia menyambung silaturahmi.” (HR. Ahmad)
  4. Barangsiapa yang berbakti kepada bapak ibunya maka anak-anaknya akan berbakti kepadanya, dan barangsiapa yang durhaka kepada keduanya maka anak-anaknya pun akan durhaka pula kepadanya.
    Tsabit Al-Banany mengatakan, “Aku melihat seseorang memukul bapaknya di suatu tempat. Maka dikatakan kepadanya, ‘Apa-apaan ini?’ Sang ayah berkata, ‘Biarkanlah dia. Sesungguhnya dulu aku memukul ayahku pada bagian ini maka aku diuji Allah dengan anakku sendiri, ia memukulku pada bagian ini. Berbaktilah kalian kepada orang tua kalian, niscaya anak-anak kalian akan berbakt kepada kalian.’”
  5. Ridha Allah terletak pada ridha kedua orang tua, murka Allah pada murka orang tua.
  6. Diterimanya amal.
    Sesorang yang berbakti kepada kedua orang tua maka amalnya akan diterima. Diterimanya amal akan mendatangkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma mengatakan, “Kalau aku tahu bahwasanya aku punya shalat yang diterima, pasti aku bersandar kepada hal itu. Barangsiapa yang berbakti kepada kedua orang tuanya, sesungguhnya Allah menerima amalnya.”

Kisah Seorang Wanita yang Berbakti kepada Ibunya
Yahya bin Katsir menceritakan, “Suatu ketika Abu Musa Al-Asy’ari dan Abu Amir radhiyallahu ‘anhuma datang menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk berbaiat kepada beliau dan masuk Islam. Ketika itu, beliau bertanya, ‘Apa yang kamu lakukan terhadap istrimu yang kamu tuduh ini dan itu?’ Keduanya menjawab, ‘Kami tinggalkan dia bersama keluarganya.’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Sesungguhnya mereka telah diampuni.’
‘Mengapa wahai Rasulullah?’ tanya mereka. Beliau menjawab, ‘Karena dia telah berbuat baik kepada ibunya.’ Kemudian beliau melanjutkan, ‘Dia memiliki ibu yang sangat tua. Suatu ketika ada orang yang berseru, ‘Hai, ada musuh yang hendak memporak-porandakan kalian!’ Lalu ia menggendong ibunya yang telah tua itu. Bila kelelahan, ia turunkan ibunya kemudian ia gendong ibunya di depan. Ia taruh telapak kaki ibunya di atas telapak kakinya agar ibunya tidak terkena panas. Begitu seterusnya hingga akhirnya mereka selamat dari sergapan musuh.’”

Thursday, 11 December 2014

Tentang kesusahan dalam belajar

Ibn-Al-Qaiym said a very beautiful speech about the importance of
reflection upon the Qur'an, He says:

If you want to contemplate a verse from the Qur'an to bring tranquility upon your heart. If you read that verse for about 100 or 1000 times during the day,is better for him than reading the whole Qur'an without reflecting upon the meanings of its verses.

Because with contemplation, you feel the glory of the Qur'an...


its beauty and joy....


And that this speech is truly the best one....




It is very important to reflect upon the words of Allah SWT



Jika merasa kesulitan dalam mempelajari Al Quran, menghafal Al Qur'an, atau belajar apapun...ikhlaskan kepada Allah maka Allah akan mengajarkannya padamu. Kembalikan pada Allah, minta pada Allah, maka Allah akan mengajarkannya padamu.

Bertaqwalah pada Allah, Allah memberikan pengajaran padamu (QS Al Baqarah : 282) 

Syarat pertama untuk mentadabburi Al Quran.

Jika engkau mencinti Allah SWT, maka kamu harus mendekat kepada kalam-Nya. The lover longs to his beloved (rindu kekasih tercinta). Jika perasaan engkau merasa tertekan, engkau buka Al Quran untuk mencari merasa nyaman. Karena engkau mencintai Allah. Baca kata-katanya, datang mendekat padaNya. Membaca kenaikmatan apa saja yang diberikan kepadamu. Mendengarkan tanda  penciptaan dari Allah.. Yang Maha Agung.. Inilah cinta hakiki

Ibnu Mas'ud: "Jika engkau ingin mengetahui seberapa besar cinta Allah kepadamu, berikan seluruh  keadaanmu dan jiwamu pada Al Qur'an, sehingga jika engkau menemukan cinta kepada Qur'an di dalam hatimu. Ini berarti engkau cinta Allah SWT. 

Karena Al Quran berasal dari Allah, maka agar dapat mentadabburi Al Quran, Engkau harus mencintai Allah SWT. Dengan cinta yang hakiki

Tentang bertaqwa

Hal Yang Dijanjikan Allah Bagi Orang Yang Bertaqwa


1. Diberikan Furqaan Dihapuskan Kesalahannya Diampuni Dosanya:
"Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqaan dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa) mu.
(QS 8 Al-Anfal: 28)

2. Dicintai Allah
".....maka sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaqwa."
(QS 3 Ali-Imran: 76)

3. Mendapat pahala yang besar
".....jika kamu beriman dan bertaqwa, maka bagimu pahala yang besar."
(QS 3 Ali-Imran: 179)

4. Diciptakan surga untuk yang bertaqwa
"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa,
(QS 3 Ali-Imran: 133)

5. Dilindungi dari tipudaya musuh
"Jika kalian bersabar dan bertaqwa, miscaya tipu daya mereka sedikit pun tidak mendatangkan kemudaratan kepadamu"
(QS 3 Ali-Imran: 120)

6. Ditolong Allah dalam melawan musuh
"Jika kamu bersabar dan bertaqwa dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kanu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda.
(QS 3 Ali-Imran: 125)

7. Diberikan Jalan Keluar dari Permasalahan
"...,Dan barangsiapa bertaqwa maka Allah akan menjadikan baginya jalan keluar (dari permasalahan yang dihadapinya)"
(QS 65 At-Thalaq: 2)

8. Diberi rizki dari arah yang tidak disangka
",.....dan Dia (Allah) memberinya rizki dari arah yang tidak disangka nya"
(QS 65 At-Thalaq: 3)

9. Dimudahkan urusannya.
",.....Barangsiapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia menjadikan kemudahan dalam urusannya.
(QS 65 At-Thalaq: 4)

10. Dihapus kesalahannya, digandakan pahalanya
",.....Barangsiapa bertaqwa kepada Allah niscaya Allah akan menghapuskan segala kesalahannya dan melipatgandakan pahala baginya
(QS 65 At-Thalaq: 5)

11. Dilimpahi berkah dari langit dan bumi
"Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu,..."
(QS 7 Al-A'raf 96)

12. Diberikan pengajaran

"......Dan bertaqwalah kepada Allah; Allah memberikan pengajaran padamu; dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu."
(QS 2 Al-Baqarah 282) 

Bahkan golongan ahli kitab pun jika mereka beriman dan bertaqwa akan mendapatkan keistimewaan yang sama:
"Dan sekiranya Ahli Kitab beriman dan bertaqwa, tentulah Kami hapus kesalahan-kesalahan mereka dan tentulah Kami masukkan mereka ke dalam surga yang penuh kenikmatan."
(QS 4 An-Nisa: 65)

Tuesday, 9 December 2014

Tentang berbakti

Subhanallah, Begitu Besar Arti Ayah Untuk Pemuda Ini

http://www.kabarmuslimah.com/subhanallah-begitu-besar-arti-ayah-untuk-pemuda-ini/

ayah
Salah satu da’i berkata, “Ada seorang laki-laki memiliki hutang, dan pada suatu hari datanglah kepadanya pemilik hutang, kemudian mengetuk pintunya. Selanjutnya salah seorang putranya membukakan pintu untuknya. Dengan tiba-tiba, orang itu mendorong masuk tanpa salam dan penghormatan, lalu memegang kerah baju pemilik rumah seraya berkata kepadanya,“Bertakwalah kepada Allah, bayar hutang-hutangmu, sungguh aku telah bersabar lebih dari seharusnya, kesabaranku sekarang telah habis, sekarang kamu lihat apa yang kulakukan terhadapmu hai laki-laki?!
Pada saat itulah sang anak ikut campur, sementara air mata mengalir dari kedua matanya saat dia melihat ayahandanya ada pada kondisi terhina seperti itu.
Dia berkata,”Berapa hutang yang harus di bayar ayahku?’
Dia menjawab,”Tujuh puluh ribu real.”
Berkata sang anak,”Lepaskan ayahku, tenanglah, bergembiralah, semua akan beres.”
Lalu masuklah sang anak kekamarnya, dimana dia telah mengumpulkan sejumlah uang yang bernilai 27 ribu Real dari gajinya untuk hari pernikahan yang tengah ditunggunya. Akan tetapi dia lebih mementingkan ayahanda dan hutangnya daripada membiarkan uang itu di lemari pakaiannya. Sang anak masuk ke ruangan lantas berkata kepada pemilik hutang, “Ini pembayaran dari hutang ayahku, nilainya 27 ribu Real, nanti akan datang rizki, dan akan kami lunasi sisanya segera dalam waktu dekat Insya Allah.”
Di saat itulah, sang ayah menangis dan meminta kepada lelaki itu untuk mengembalikan uang itu kepada putranya, karena ia membutuhkannya, dan dia tidak punya dosa dalam hal ini. Sang anak memaksa agar lelaki itu mengambil uangnya. Lalu melepas kepergian lelaki itu di pintu sambil meminta darinya agar tidak menagih ayahnya, dan hendaknya dia meminta sisa hutang itu kepadanya secara pribadi.
Kemudian sang anak mendatangi ayahnya, mencium keningnya seraya berkata, “Ayah, kedudukan ayah lebih besar dari uang itu, segala sesuatu akan diganti jika Allah azza wa jalla memanjangkan usia kita, dan menganugerahi kita dengan kesehatan dan ‘afiyah. Saya tidak tahan melihat kejadian tadi, seandainya saya memiliki segala tanggungan yang wajib ayah bayar, pastilah saya akan membayarkan kepadanya, dan saya tidak mau melihat ada air mata yang jatuh dari kedua mata ayah di atas jenggot ayah yang suci ini.”
Lantas sang ayah pun memeluk putranya, sembari sesegukan karena tangisan haru, menciumnya seraya berkata, “Mudah-mudahan Allah meridhai dan memberikan taufiq kepadamu wahai anakku, serta merealisasikan segala cita-citamu.”
Pada hari berikutnya, saat sang anak sedang asyik melaksanakan tugas pekerjaannya, salah seorang sahabatnya yang sudah lama tidak dilihatnya datang menziarahinya. Setelah mengucapkan salam dan bertanya tentang keadaannya, sahabat tadi bertanya,
“Akhi (saudaraku), kemarin, salah seorang manajer perusahaan memintaku untuk mencarikan seorang laki-laki muslim, terpercaya lagi memiliki akhlak mulia yang juga memiliki kemampuan menjalankan usaha. Aku tidak menemukan seorang pun yang kukenal dengan kriteria-kriteria itu kecuali kamu. Maka apa pendapatmu jika kita pergi bersama untuk menemuinya sore ini?”
Maka berbinar-binarlah wajah sang anak dengan kebahagiaan, seraya berkata,
“Mudah-mudahan ini adalah do’a ayah, Allah azza wa jalla telah mengabulkannya.”
Maka dia pun banyak memuji Allah azza wa jalla. Pada waktu pertemuan di sore harinya, tidaklah manajer tersebut melihat kecuali dia merasa tenang dan sangat percaya kepadanya, dan berkata,
“Inilah laki-laki yang tengah kucari.”
Lalu dia bertanya kepada sang anak, “Berapa gajimu?”
Dia menjawab, “Mendekati 5 ribu Real.”
Dia berkata, “Pergi besok pagi, sampaikan surat pengunduran dirimu, gajimu 15 ribu Real, bonus 10% dari laba, dua kali gaji sebagai tempat dan mobil, dan enam bulan gaji akan di bayarkan untuk memperbaiki keadaanmu.”
Tidaklah pemuda itu mendengarnya, hingga dia menangis sambil berkata, “Bergembiralah wahai ayahku.”
Manajer pun bertanya kepadanya tentang sebab tangisannya. Maka pemuda itu pun menceritakan apa yang telah terjadi dua hari sebelumnya. Maka manajer itu pun memerintahkan untuk melunasi hutang-hutang ayahnya. Adalah hasil dari labanya pada tahun pertama, tidak kurang dari setengah milyar Real Berbakti kepada kedua orang tua adalah bagian dari ketaatan terbesar, dan bentuk taqarrub kepada Allah azza wa jalla yang teragung.
Dengan berbakti kepada keduanya rahmat-rahmat akan diturunkan, segala kesukaran akan disingkapkan. Dan Allah azza wa jalla telah mengaitkan antara berbakti kepada kedua orang tua dengan tauhid, Allah azza wa jalla berfirman: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang dari keduanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” [QS. Al Israa’. 23]
Di dalam shahihahin, dari hadits Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu dia berkata, “Aku pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Amal mana yang paling dicintai oleh Allah?” Maka beliau menjawab, “Shalat pada waktunya.” Kukatakan lagi, “Kemudian apa?” Beliau menjawab, “Berbakti kepada kedua orang tua.” Kukatakan, “Kemudian apa?” Beliau menjawab, “Kemudian jihad di jalan Allah.” [HR.al Bukhari & Muslim]
Dari Umar radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Akan datang atas kalian Uwais bin ‘Amir bersama dengan penduduk Yaman dari Murad kemudian dari Qorn. Dulu dia kena penyakit sopak, kemudian sembuh darinya kecuali selebar koin uang dirham. Dia punya seorang ibu yang dulu dia berbakti kepadanya. Seandainya dia bersumpah atas nama Allah, pastilah akan dipenuhiNya. Maka jika kamu mampu dia beristighfar untukmu, maka lakukanlah.” [HR. Muslim]
Ini pula Hiwah bin Syuraih, dia adalah salah seorang Imam kaum muslimin dan ulama yang terkenal. Dia duduk pada halaqohnya mengajar manusia. Berbagai thalib (penuntut ilmu) datang kepadanya dari segenap tempat untuk mendengar darinya. Maka suatu ketika ibunya berkata kepadanya, saat dia berada di tengah-tengah muridnya, “Berdirilah wahai Hiwah, beri makan ayam.” Maka dia pun berdiri dan meninggalkan kajian.
Ketahuilah wahai saudaraku yang tercinta, bahwasanya termasuk pintu-pintu sorga adalah Babul Walid (Pintu berbakti kepada orang tua). Maka janganlah kehilangan pintu tersebut, bersungguh-sungguhlah dalam menaati kedua orang tuamu. Demi Allah, baktimu terhadap keduanya termasuk diantara sebab-sebab kebahagiaanmu di dunia akhirat.
Aku memohon kepada Allah azza wa jalla agar memberikan taufik kepadaku dan seluruh kaum muslimin untuk berbakti kepada kedua orang tua dan berbuat baik kepada keduanya. Wallahu a`lam

Tentang ekspresi senyum






Tabassumuka Fii Wajhi Akhiika Shodaqotun

  "Senyummu di hadapan saudaramu sesama muslim adalah (bernilai) sedekah bagimu.”

(HR At Tirmidzi)

Tentang Dakwah

Mari kita renungkan makna dakwah dari seorang Ulama yang syahid karena terjangan peluru:

"Di dunia ini, dari banyaknya jumlah manusia, hanya sedikit saja dari mereka yang sadar.
Dan dari sedikit yang sadar itu, hanya sedikit saja yang berIslam.
Dari mereka yang berIslam, jauh lebih sedikit lagi yang berdakwah.
Dari mereka yang berdakwah, jauh lebih sedikit lagi mereka yang berjuang.
Dari sedikit yang berjuang, jauh lebih sedikit lagi yang bersabar.
dan dari sedikit yang bersabar itu, hanya sedikit saja dari mereka yang sampai akhir perjalanan."